Pemandangan Indah
Melalui sebuah cermin kecil aku memandangnya. Sebuah pemandangan indah. Benar-benar pemandangan indah dalam arti yang sesungguhnya. Dengan seulas senyum di bibirnya, tanpa banyak kepalsuan disapukan di wajahnya. Hanya satu sapuan gincu, itupun basa basi.
Memandangnya meluruskan rambut ikalnya, kelakianku tergerak. Diapun menyadari ini, dan mengejekku dengan juluran lidahnya.
Uh… Oh… Bajul kesandung, kata temanku. Tapi jatuhnya indah, friend…..

weks.. kesandung dengan indah..
*coba praktek ahhhh*