Ilalang dan Anak Manusia

Aku hanya serumpun ilalang
Menari gemulai oleh angin nakal
Yang tak henti mencoba
Menegakkan dada saat badai menyapa
Hanya serumpun ilalang
Yang lelah mencoba tuk bersuara
Letih mencoba tetap berdiri
Walah nafasku hanya tersisa separuh jalan…
Pun untuk sedetik…
Tak juga sanggup kuhela
Selarik nafas yang berlalu dalam damai

Mengapa hanya rumpun ilalang
Bukan mawar merah merona
Atau orchid ungu genit memanja
Adakah sabda-MU menganak tiri aku ?

Hanya tersisa ruang hampa
Saat diam-MU menghunjam perlahan
Dan antara ada dan tiada…
Ketika ampunku menyeruak panik
Saat tangan-MU lembut merengkuh
Mengganti kokoh dan tegarku
Oleh sebuah rona merah dan
Semburat ungu yang terasa jalang bagiku

Tidak.. !!
Tidak.., Rabb-KU,.. tidak..!!
Biarlah aku… Hanya serumpun ilalang
Tetap sebuah ilalang

————————————

Serumpun ilalang di tengah hutan

Meliuk menggoda dibuai bayu

Salahkah bila tariannya

Menghisap pandang mata anak manusia

Anak manusia duduk di tepi ilalang

Serulingnya mengalunkan nada manja

Ilalang tersenyum dan bertanya

“Mungkinkah ada yang tertarik pada ilalang?”

Anak manusia hanya melirik mesra

Auranya memancarkan cinta

Aroma birahi keluar dari tubuhnya

Dapatkah ilalang menghalanginya??

Ilalang kau yang terkuat diantara semua

Tetapi kau juga yang terlemah diantara semua

Topan badai tak mencabutmu

Namun gigitan cinta yang lembut akan menyeruak akarmu

Ilalang di hutan belantara

Tetaplah menjadi ilalang

Dan biarkan anak manusia membuaimu

Lagu itu tercipta untukmu

~ by begobanget on 4 November, 2007.

Leave a Reply